Rewang/Sinoman Pemuda GEMILANG

PAGUYUBAN PEMUDA GEMILANG, Salah satu gotong-royong yang masih melekat dikalangan masyarakat Desa Taman saat ini adalah tradisi rewang ketika ada warga atau tetangga sedang menggelar hajatan. Biasanya hajatan besar yang digelar berupa pernikahan atau sunatan. Salah satunya di Dusun VI Rw 07 Desa Taman.

”Rewang itu tradisi masyarakat sebagai salah satu cara membantu keluarga atau tetangga yang sedang mengadakan kenduri, pesta pernikahan, sunatan maupan perhelatan pesta lain dan membutuhkan bantuan tenaga untuk mengurus segala macam keperluan acara, terutama konsumsi dan juga jalannya acara,”ungkap Nuridin, salah satu anggota Paguyuban Pemuda Gemilang.

rewang para pemuda di Bapak Rt. 01/Rw. 07 Walfaizin

Meski terbilang sudah kuno ditengah perkembangan mudahnya mencari jasa katering dan juga wedding organization kegiatan rewang ini sebuah bentuk atau cerminan tradisi gotong-royong dan saling merasa memiliki, satu orang menggelar hajatan diibaratkan satu desa yang merasakan.

”Ini tradisi kita, meski sudah berpuluh-puluh tahun setiap ada warga yang hajatan rewang dan sinoman ini pasti ada,”tambahnya.

Rewang yang biasanya disandingkan dengan sinom atau disebut nyinom diartikan sebagai cara membantu menyumbangkan tenaga dan kebutuhan hajatan semampunya bagi tetangga untuk urusan memasak dan menyiapkan pesta adat atau jamuan makan pernikahan.

”Mereka bekerja dengan sukarela. Memberi bantuan tanpa memperhitungkan waktu dan tenaga. Dan kita akan jaga terus tradisi ini,”katanya.

Supeno Ketua Paguyuban Pemuda Gemilang mengatakan banyak makna dan pelajaran di balik ‘rewang’ dan ‘nyinom’. Tak hanya menunjukkan betapa kuatnya ikatan kekeluargaan, para tetangga juga menunjukkan bagaimana semestinya gotong-royong dirawat sebagai bagian budaya bangsa. Dalam kesederhanaan, mereka meninggalkan pekerjaan di kebun untuk meluangkan hari mereka untuk bersilaturahmi dan berbagi.

”Tak hanya merawat gotong royong, para tetangga ini pun mengajarkan bentuk toleransi yang paling hakiki dan tak sebatas teori. Karena saat rewang tak ada lagi sekat antara orang berada dan tidak punya bahkan agama apa yang mereka anut,”pungkasnya

Admin Desa (KPMD-IT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.