Raup Untung dari HIDROPONIK

taman-taman.desa.id Safira Arta Paramita owner GENERO, perempuan asal Dusun Bandelan Rt. 03/Rw. 08 Desa Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, tak menyangka keisengannya mengembangkan sayuran dengan teknik hidroponik mendatangkan berkah bagi dirinya.

Banyaknya industri rumah tangga dan usaha yang jatuh di tengah pandemi Covid-19 rupanya tak berlaku bagi Mita. Semenjak pandemi corona bergulir, perempuan ini malah kebanjiran order sayur-mayur hidroponiknya. bukan sekedar hobi, Di samping rumah seluas 8×12 meter itu Safira Arta Paramita menanam sayuran dan berhasil menjualnya dengan harga yang tentu berbeda dengan sayuran sawah biasa.

Tanaman Slada Air

Sayuran hidroponik yang dia tanam bisa dikata organik karena tak terpapar pestisida, Menurut cerita Mita, sejauh ini hasil panen hanya dipasarkan di sekitar lingkungan  dan melalui online “Sayur selada saya jual satu kilogramnya 40 ribu rupiah. Satu kilogram itu cukup saya ambil dari 5 atau 6 lubang tanam,” ujar  Mita,

“Di lingkungan dekat rumah dan online aja, saya sudah kewalahan melayaninnya. Ditambah lahan budidaya saya terbatas. Jadi, belum berani jual ke lokasi lain,” katanya

Menurut pemilik nomor WA 089611805745, bertanam hidroponik hanya mengandalkan air dan nutrisi, tanpa menggunakan media tanah. Kebutuhan air juga bisa dibilang lebih sedikit ketimbang media tanah, karena airnya dialirkan secara berputar. Beda dengan tanah yang airnya meresap.

“Ya mudah kok cara penanamannya, kita enggak membutuhkan lahan yang luas. Cukup menjaga sirkulasi airnya saja kalau itu ditanam dipipa paralon. Intinya, airnya sedang saja,” jelas Mita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.